This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Oktober 2016

#SIP CBIS (Computer Based Information System

1. CBIS (Computer Based Information System)

Apa itu CBIS? Computer Based Information System yaitu, sebuah sistem informasi ini menggunakan basis komputer dan teknologi komunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh manusia yang menggunakan komputer (berbasis computer) CBIS juga merupakan salah satu teknologi yang dapat membantu manusia dalam pengambilan sebuah keputusan. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah pada sistem ini memang tidak harus selalu menggunakan komputer, namun pada prakteknya tidak mungkin sebuah sistem informasi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perangkat komputer. Dan sistem informasi yang akurat dan efektif biasanya selalu didukung atau selalu berhubungan dengan perangkat komputer.
Dari sebuah web dijelaskan bahwa CBIS memiliki komponen sistem tersendiri, diantaranya adalah tujuan, input, proses, output, dan umpan balik, berikut penjelasannya:

Menurut Barry E. Cushing dalam bukuAccounting Information System and BusinessOrganization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.

Menurut Gordon B. Davis dalam bukunyaManagement Informations System :ConceptualFoundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai datayang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilaiyang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.

 Menurut John Dearden dan Robert N. Anthony dalam bukuManagement ControlSystems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.

Komponen Sistem
a)    Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
b)   Input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk  menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen­ dokumen dasar
c)    Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia,  proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien
d)   Output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem
e)    Umpan balik
Umpan Balik merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian dari ouput yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan sebuah sistem. Umpan balik ini dapat berupa perbaikan sistem, pemeliharaan sistem, dan sebagainya.


Lalu bagaimana dengan evolusi CBIS itu sendiri? Dari sumber yang penulis dapat, evolusi CBIS meliputi fokus awal pada data (bagaimana cara kitamendapatkan data), kemudian fokus baru pada informasi (bagaimana kita mengolah data yang telah kita peroleh), fokus revisi pada keputusan (SPK), fokus kini pada komunikasi (otomatisasi perkantoran), dan fokus potensial pada konsultasi (sistem pakar). Berikut adalah penjelasan evolusi CBIS lebih lanjut.


1. Fokus awal pada data (EDP/SIA) 
Aplikasi akutansi berbasis komputer ini disebut juga dengan pengolahan data elektronik (EDP). Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan dengan aplikasi yang ditandai pengolahan data yang tinggi.


2. Fokus baru pada informasi / SIM (Sistem Informasi Manajemen)
menurut Gordon B. Davis, SIM merupakan integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen &pengambilan keputusan pada suatu organisasi.


3. Revisi Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) merupakan sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data & model untuk memecahkan masalah yang tidak terstuktur.
4. Fokus Kini pada Komunikasi (Otomatisasi Perkantoran) / OA (Office Automation) 
Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi.


 2. Evolusi CBIS


A. Pengertian EDP
Sistem pengolahan data elektronik ditandai dengan penggunaan perangkat komputer.
-elemen dari EDP: 
Pada EDP Sistem terdapat beberapa elemen-elemen. Secara umum elemen-elemen yang terdapat dalam EDP adalah:
a. Hardware/perangkat keras
b. Software/perangkat lunak
c. Database
d. Procedures
e. Personal Brainware
Fokus baru CBIS pada informasi / SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Raymond McLeod, JR). Dan menurut Gordon B. Davis, SIM merupakan integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen &pengambilan keputusan pada suatu organisasi.
– Elemen-elemen SIM antara lain: 
1)    Hardware
2)   Software
3)   Prosedur
4)   Database
5)   Model
–  Tujuan dari SIM adalah:
Memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan sub unit organisasional perusahaan.
Fokus Kini CBIS pada Komunikasi (Otomatisasi Perkantoran) / OA (Office Automation)
Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi.
– Fungsi OA :
Memudahkan segala jenis komunikasi dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
– Tujuan otomatisasi kantor :
1)    Penghindaran biaya
2)   Pemecahan masalah kelompok
3)   Sebagai pelengkap
Fokus Potensial pada Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberikan konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah.
– Komponen Sistem Pakar
1)    User Interface : memungkinkan pemakai untuk berinteraksi dengan sistem pakar
2)   Knowledge Base : menyimpan pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu.
3)   Interface Engine : memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base.
4)   Development Engine : digunakan oleh ahli dan analisis system untuk menciptakan sistem pakar.

3. Lingkup Data CBIS
Saya sudah membahas tentang pengertian, tahap-tahap perkembangan CBIS dan selanjutnya pada bagian ini saya akan membahas bagaimana CBIS mengolah data yang diproses oleh kita. Berikut adalah penjelasanya.
      Hirarki Data
Apa itu hirarki data?  hirarki adalah, urutan atau tingkatan. Sedangkan data adalah, sesuatu yang belum memiliki arti sehingga memerlukan adanya suatu pengolahan. Jadi, kurang lebih hirarki data merupakan tingkatam-tingkatan data.
Menurut Kadir (2000) secara tradisional, data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman, dan berkas (file).
a)      Elemen Data
Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian elemen data dapat berupa nama pegawai, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang menyangkut seorang pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item, dan atribut.
b)      Rekaman
Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa disebut dengan istilah tupelo atau baris.
c)      Berkas
Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu subjek.

2.      Pemprosesan data
Dalam CBIS terdapat 3 cara pemprosesan data yaitu batch, Online dan Real time. Berikut ini saya akan membahas satu persatu.
a)      Batch merupakan kebalikan dari interactive processing. Dalam batch processing, program akan mengambil suatu set data sebagai input, memprosesnya dan memberikan satu set data tertentu sebagai output tanpa intervensi manual dari user. Batch processing biasanya dilakukan untuk memproses data yang tidak berstruktur. Batch merupakan sebuah metode efektif untuk menangani data transaksi yang jumlahnya sanga banyak melalui sebuah sistem.
b)      Online processing adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan o­nline processing adalah transaksi o­nline.
c)      Sistem realtime memproses transaksi secara individual pada saat peristiwa ekonomi muncul. Karena record tidak dikumpulkan dalam batch, tidak terdapat jeda waktu antara munculknya peristiwa ekonomi dan pencatatannya.

3.      Penyimpanan Data
·         Direct Access Storage Device
DASD adalah, suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. DASD memiliki mekanisme rading dan writing yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan.
·         Sequntial Access Storage Devoce
SASD merupakan salah satu organisasi atau penyusunan data pada suatu media penyimpanan yang terdiri dari suatu catatan yang mengikuti catatan lainnya dalam suatu urutan tertentu.

Sumber


Jumat, 07 Oktober 2016

#SIP_Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Arsitektur Komputer

arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara koneksi antar berbagai komponen perangkat keras atau hbiasa di sebut hardware. Arsitektur komputer juga didefinikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara koneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer.
Komponen-komponen arsitektur komputer dibagagi menjadi 4 bagian yaitu:
  1. Input
Input adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data ke dalam komputer yang berupa seperti sinyal.
  1. Pemproses
Komponen komputer yang berkerja untuk memproses data yang dimasukan melalui hardware.
  1. Penyimpanan
Komponen komputer yang berfungsi untuk penyimpanan.
  1. Output
Output adalah komponen yang bertugas mengeluarkan hasil ayang di masukan kedalam input dan di proses terlebih dahulu.

Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne,l976: 71). Kemampuan kognitif ini berkembang secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan syaraf.

        Pendekatan ini merumuskan bahwa kognitif manusia sebagai suatu system yang terdiri atas tigaKomponen :

  • Input, yaitu proses informasi dari lingkungan atau stimulasi yang masuk kedalam panca indra dalam betuk penglihatan, suara, dan rasa 
  • Proses, yaitu pekerjaan otak untuk mengolah informasi atau stimulus dalam cara yang beragam
  • Output, yang berbentuk tingkah laku, seperti bicara,menulis, interaksi sosial, dan sebagainya. 


Hubungan Arsitektur Komputer dengan Kognisi Manusia

Manusia memliki akal yang sangat baik, sama seperti komputer manusia juga memliki skemanya sendiri yang jelas dengan tugas daan fungsinya yang berguna satu sama lain. Sebagai manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan makadari itunyalah manusia menciptakan komputer yang baik, dan akan lebih baik jika memiliki arsitektur yang lengkap sama seperti manusia.
Manusia pun juga memiliki penyimpanannya tersendiri yang dapat di masukan dan dihapus tapi tidak semudah seperti di komputer, komputerpun memiliki memori seperti RAM,Flashdisk, dan yang lainnya.


Kelebihan Arsitektur  computer :

  1. Komputer dapat mengoperasikan matimatika dengan sangat cepat.
  2. Dalam waktu yang bersamaan komputer dapat membuka banyak informasi.
  3. Informasi yang tersimpan tudak tercampur dengan yang lainnya

Kekurangan Arsitektur komputer :

  1. Komputer bersifat kaku, tidak dapat melakukan generalisasi
  2. Harganya mahal
  3. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
  4. Terkadang mengandung eror

Kelebihan struktur kognitif manusia :

  1. Manusia mampu menganalisa dengan baik
  2. Manusia mampu membuat kesimpulan
  3. Manusia mampu mengendalikan komputer

Kekurangan struktur kognitif manusia :

  1. Memungkinkan lupa dengan informasi
  2. Sulit menghitung dengan cepat
  3. Memerlukan waktu yang lama dalam memunculkan kembali informasi.
MSIM2 Arsitektur komputer .pdf
Basuki,  A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Solso, R. Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. psikologi kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga

#SIP_Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi

Sistem informasi yaitu suatu sistem yang memberikan informasi untuk mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional sebuah perusahaan, sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang, teknologi informasi yang sudah terorganisasi.
Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli.

–        Menurut Mc Leod.
Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

–         Menurut Erwan Arbie.
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.

–        Menurut Tafri D. Muhyuzir.
Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, diklasifikasikan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi entitas terkait tunggal dan mendukung satu sama lain sehingga menjadi informasi berharga bagi mereka yang menerimanya.

–        Menurut O’Brien.
Sistem informasi adalah kombinasi dari setiap unit dikelola orang (orang), hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer dan jaringan komunikasi data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang yang bentuk organisasi.

Sebuah informasi sendiri harus memiliki ciri-ciri agar informasi itu dapat berguna untuk yang membaca:

  1. Informasi harus Relevan, artinya sebuah infotmasi harus mempunyai manfaat untuk penggunanya.
  2. Informasi harus Akurat, artinya informasi itu tidak boleh ada kesalahan dan jelas maksud dan tujuannya informasinya itu apa.
  3. Tepat pada waktunya, artinya informasi itu tidak terlambat datangnya.
  4. Konsisten, artinya informasi tidak boleh ada berubahan dalam saat di informasikan dan tidak boleh mengalami perubahan.

Komponen Sistem Informasi

Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti:

* Perangkat keras (hardware):
hardware memiliki mekanismenya sendiri dengan cara berkerja bila ada printah dari si pengunannya, hardware sendiri terdiri dari berbagai sitem, apabila salah satu sistem tidak berkerja dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap sistem lainnya juga karna perangkat hardware itu saling bersinambungan.

Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi:

-Input Device (Unit Masukan)
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukan data dari luar ke dalam suatu memori.

– Process Device (Unit Pemrosesan)
Unit ini berfungsi mengolahdata sebelum di output.

– Output Device (Unit Keluaran)
Unit ini berfungsi menghasilkan apa yang di input di proses sebelumnya.

– Backing Storage (Unit Penyimpanan)
Unit ini biasanya untuk penyimpanan

– Periferal (Unit Tambahan).

Unit ini untuk memberikan kelengkapan lebih untuk penguna yang merasa kurang. Contoh penyimpanannya kurang beras, si penguna menggunakan hardisk atau flashdisk.

* Perangkat lunak (software) atau program:
sekumpulan instruksi untuk perangkat keras untuk dapat memproses data.

* Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data.

* Basis data (database): Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

* Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

Pengertian sistem Informasi Psikologi
Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.
Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Sudah tidak seperti dulu pemberian isfomasi psikologi diberikan manual, sekarang sudah di bantu dengan teknologi contohnya papikostik. Hal ini membuktikan bahwa teknologi komputer dan psikologi sudah menjadi satu dan menghasilkan sistem informasi psikologi.


Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book)


#SIP_Etika Menulis Artikel Online

Menurut James J. Spillane SJ

Etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.



Artikel adalah sebuah kumpulan tulisan yang dimuat dalam sebuah jurnal atau buku dengan tata cara dan pemahaman apa saja yang bisa ditulis dan apa saja yang boleh ditulis, dengan kemajuan teknologi sekarang penulisan dalam artikel tidak harus didalam sebuah buku saja tapi juga menggunakan sebuah ‘blogger’, namun banyak hal yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum penulis dapat menulis di dalam blognya. Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penulisan blog:

  1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
  3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
  6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
  7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
  8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
  9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
  12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Bukan hanya untuk penulisan didalam blog saja, tapi dimanapun penulis menulisa tetap harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam penulisannya. Pemerintah pun sudah mengeluarkan undang-undang informasi  teknologi electronic (UU ITE) sejak tahun 2008

.



Minggu, 08 Mei 2016

Psychoterapy

Senin, 28 Maret 2016

PSIKOLOGI EKSPERIMEN

Topik: Eksperimen Suhu Tinggi

Masalah: Apakah Suhu Tinggi Dapat Menyebabkan Agresifitas Pada Seseorang

Hipotesis

·         Hipotesis Ilmiah

Hipotesis Umum         : Suatu tempat dengan suhu yang relative lebih tinggi dapat menyebabkan meningkatnya perilaku agresif.

Hipotesis Eksplisit      : Subjek yang berada disuatu tempat bersuhu tinggi akan lebih memiliki prilaku agresif, dibangingka dengan subjek yang tidak ditempat bersuhu tinggi.

·         Hipotesis Statistik

Ha   : Subjek yang berada di tempat dengan suhu udara lebih tinggi akan memiliki tingkat agresif yang lebih tinggi pula, daripada subjek yang tidak berada di tempat dengan suhu udara tinggi tidak meningkat prilaku agresifitasnya.

Ho   : Subjek yang berada di tempat dengan suhu udara tinggi akan memiliki tingkat agresif yang tidak jauh berbeda dengan subjek yang tidak berada di tempat suhu udara tinggi.

Variable

-          Variasi             : Skelompok subjek dipersilahkan memasuki ruangan dengan tidak memberitahu suhu tinggi diruangan itu.

-          Manipulasi       : sekelompok subjek diberitahukan bahwa mereka akan memasuki sebuah ruangan dengan suhu tinggi.

Eksperimeter melakukan sebuah percobaan dengan melakukan serangkaian prosedur eksperimen untuk mengetahui, apakah suhu tinggi dapat menyebabkan prilaku agresif.
Contoh eksperimen untuk mengetahui apakah suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif pada subjek di sebuah metromini/ bis angkutan umum


  1. Subjek memasuki metromini yang dipenuhi oleh banyak orang dan juga pedagang dengan ruangan yang terbatas dan dalam keadaan suhu tinggi karna panas dan banyak orang.
  2. Subjek berdiri didalam metromini.
  3. Subjek diteliti dan diobservasi sampai subjek turun.
  4. Subjek akan diperhatian apakah ada hal yang akan membuat subjek agresif. Saat seperti missal subjek diinjek oleh orang lain, dihimpit oleh orang lain, dll.
  5. Kemudian hasil eksperimen diteliti dengan terperinci.

Minggu, 10 Januari 2016

Laporan Wawancara Psikologi Konsumen Kepuasan Kerja Secure Parking


HASIL WAWANCARA (VERBATIM)

I.     Subjek
A.    Identitas Subjek
1.      Nama (Inisial)         : IH
2.      Jenis kelaimn          : Perempuan
3.      Usia                        : 22 tahun
4.      Pekerjaan                : Secure Parkir

B.     Verbatim
Interviewer      : “Selamat sore Mbak, misi ganggu waktunya sebentar”
Interviewee      : “Iya”
Interviewer      : “Mau nanya – nanya, ini dengan Mbak siapa ya?”
Interviewee      : “Dengan Mbak Ihad”
Interviewer      : “Mbak Ihad, emmmm Mbak Ihad di GS kerja-nya apa
    ya?”
Interviewee      : “Bagian Secure Parking”
Interviewer      : “Super parking. Emmm itu udah berapa lama?”
Interviewee      : “Udah sekitar 5 tahunan”
Interviewer      : “Udah , saat bekerja itu Mbak ada shift-shiftnya ga ?”
Interviewee      : “Ada”
Interviewer      : “Itu dari jam berapa sampai jam berapa ?”
Interviewee      : “dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore”
Interviewer      : “Ohh, dari jam 8 pagi sampai jam 8 sore”
Interviewee      : “Dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore”
Interviewer      : “Iya, terus eeee selama bekerja disini Mbak ada suka
    dukanya ga?
Interviewee      : “Ada”
Interviewer      : “itu sukanya  apa? Dukanya apa?”
Interviewee      : “Suk…sukanyaa eeee santai kerjanya terus dukanya yaa
    kalo misalkan lagi masuk malam aja”
Interviewer      : “lagi masuk malam”
Interviewee      : “He..eh”
Interviewer      : “kalo dalam hal Mbak bekerja itu ga da kan Mbak bagian
    super, super parking gitu ya?”
Interviewee      : “Iya”
Interviewer      : “Ada ga saat masuk motor uang ada yang kembalian-nya
    kurang gitu atau gimana mmm?”
Interviewee      : “Ada-ada, iya suka ada”
Interviewer      : “Itu bagaimana Mbak suka Mbak  balikin lagi atau
    gimana?”
Interviewee      : “Terkadang suka dikembaliin lagi juga terkadang ada
    orang yang ga mau dibalikin”
Interviewer      : “Didalam parkir suka ada barang yang hilang ga Mbak?
Interviewee      : eee suka”
Interviewer      : “Apa tuh Mbak yang hilang?”
Interviewee      : “Kaya Helm”
Interviewer      : “Helm gitu ya”
Interviewee      : “he..eh”
Interviewer      : “kalo misalnya helm ilang gitu pernah ga ada yang
    ketahuan siapa yang ambil atau ada CCTVnya gimana
    gitu?”
Interviewee      : “Ada, ada CCTVnya”
Interviewer      : “Ada CCTVnya”
Interviewee      : “He..eh”
Interviewer      : “Udah eee selanjutnya eee. Saya mau nanya eee ini kan
    berkaitan dengan pekerjaan Mbak sebagai apa ? eee”
Interviewee      : “Secure Parking”
Interviewer      : “Secure Parking nah! eee untuk masalah eee gaji yang
   diterima gimana sih? Udah mencukupi eee kebutuhan eee
    Mbak eee selama satu bulan misalnya itu eee sudah
    mencukupi ga?”
Interviewee      : “Iya sudah. Sudah mencukupi”
Interviewer      : “Terus eee ini kan eee gimana sih hubungannya sama, ga
    cuman bagian Secure Parking kana da apah? Eee kan ada
    karyawan lain Mbak itu gimana hubungannya sama  
    karyawan lain Mbak ? eee sosialnya bagus ga eee?”
Interviewee      : “eee baik, baik”
Interviewer      : “baiknya seperti apa ? misalkan contohnya ?”
Interviewee      : “Iya apa? Ngobrol”
Interviewer      :  “He….emmm”
Interviewee      : “Iya bersosialisasi-lah”
Interviewer      : “Oh, jadi antar karyawan eee kaya saling berhubungan
    gitu ya?”
Interviewee      : “Iya.”
Interviewee      : “yaa..aa..apah. Ngobrol, ya bersosialisasi laah”
Interviewer      : “Oh…jadi aahh…antar karyawan berarti sosialisasi apah
    saling berhubungan gitu”
Interviewee      : “iyah”
Interviewer      : “aahh…terus aaaa untuk masalah hubungan itu kan antar
    karyawan kah sedangkan hubungannya dengan atasan itu
gimana. Atasan mba, aaa apakah atasannya misalkan    
galakkah, baik. Terus kalo misalkan aaa minta di
perintah kan atau suatu hal itu dengan cara yang baik
atau yang tidak atasan ke mba?”
Interviewee      : “Baik…baik. Baik ko.”
Interviewer      : “Terus aaaa…aaaa gimana ya aa..kalo misalkan situasi
    kerjanya gimana? Situasi kerja sebagai aaa ya situasi
    kerjanya”
Interviewee      : “Tenang..tenang”
Interviewer      : “aahh… itu aaa tenangnya maksudnya aa dalam keluar
    area prkir atau gimana tenangnya?”
Interviewee      : “Di situasinya tuh saat pas santai, menyenangkan, bisa
    ngobrol, bisa main hp”
Interviewer      : “Untuk liburnya mba kan sabtu minggu tuh berapa kali
    linurnya?”
Interviewee      : “Sehari”
Interviewer      : “aa.. itu kan satu hari..aaa…apa sih yang mba lakuin buat
    ngisi satu hari itu, mbanya ngapain?”
Interviewee      : “aaa…biasanya aaa…biasanya di rumah kumpul sama
    keluarga”
Interviewer      : “Emang ngga setiap hari balik ke rumahnya?”
Interviewee      : “ngga”
Interviewer      : “Kenapa?”
Interviewee      : “Karena cape bolak balik”
Interviewer      : “Terus kalo ngga ke rumah tidurnya dimana?”
Interviewee      : “Di…kosan”
Interviewer      : “oohh…aaa..di kosan itu biasanya kosan dari gajinya atau
                memang di kosan temen?”
Interviewee      : “di kosan temen”
Interviewer      : “aaa….ini kan mba, kita ngomongin gaji , aaa mba kalo
    boleh kita tau berapa sih gajinya”
Interviewee      : “Aaa... gajinya dalam satu bulan satu koma lima,”
Interviewer      : “Setuja lima ratus ?”
Interviewee      : “Heeh.. satu juta lima ratus”
Interviewer      : “Aaa..nah tadi kan mba bilang, aaa...gajinya tuh cukup”
Interviewee      : “Emm...”
Interviewer      : “Emangnya, kenapa bisa cukup gitu..kenapa mba bisa
    merasa kalo gaji sejuta lima ratus itu cukup ?”
Interviewee      : ”Yaa..karna kan saya belum berkeluarga..jadi..menurut
    saya tu..Cukup, cukup, cukup,cukup ajah sih.”
Interviewer      : “Oookee. Selama masa kerja mba pernah ga di..lembur
    lembur gitu ke pulangnya agak lebih malem gitu ?”
Interviewee      : “Ya pernah..”
Interviewer      : “Dalam seminggu bisa berapa kali lembur ?”
Interviewee      : “Yaaa seminggu yaaa terkadang, ada dua kali tiga kali
    lembur”
Interviewer      : “Nah itu, aaa...kalo boleh tuh dapet aaa...honornya
    tambahan lagi, atau udah termasuk yang honor bulanan?”
Interviewee      : “Tambahan”
Interviewer      : “Nah, diberi..diberikannya tuh, apa.. langsung di kasih
    uang lemburnya apa..aa..pada saat  gajian perbulan ?”
Interviewee      : “Aaa..pada saat gajian perbulan.”
Interviewer      : “Aaa..aaa..aaaa..lemburannya tuh ampe berapa
    dikasihnya?”
Interviewee      : “Dikasihnya cuma...tigaaaa...dikasihnya tuh cuma tiga
    puluh lima ribu.”
Interviewer      : “Perhari ?”
Interviewee      : “Iyaa..”
Interviewer      : “Lah..itu kalo lemburnya berapa lama, berapa jam dalam
    sehari ?”
Interviewee      : “Ehmm.. delapan jam.”
Interviewer      : “Delapan jam ?”
Interviewee      : “Heemm..”
Interviewer      : “Aaa...mba kan udah kerja selama lima tahun nih,”
Interviewee      : “Ehmm.. iyaaa”
Interviewer      : “Selama lima tahun, nah itu mba pernah ga sih merasa
    jenuh gitu?”
Interviewee      : “Iyaaa”
Interviewer      : “Nah jenuhnya tuh, gimana ?”
Interviewee      : “Yaa.. kayak misalkan, aaa...duduk, duduk...duduk  doing
    kerjaannya, terus aaa.....cuma...apa mengitikin komputer
    kayak gitu.”
Interviewer      : “Jadi merasa aaa...bosen melakukan hal yang sama terus
    itu itu doang yaaa ?”
Interviewee      : “Iyaaa..”
Interviewer      : “Terus ada enggaa, aaa.. rencana buat, misalkan cari kerja
    di tempat lain, atau bebegimana? Gimana ? ini kan udah
    lima tahun nih, ga ada..ga ada..pikiran buat kerja di
    tempat lain ?”
Interviewee      : “Enggaa..kayaknya saya rasa cuma mau berenti.”
Interviewer      : “Mau berenti, maksudnya ?”
Interviewee      : “Mau berenti kerja ajah..”
Interviewer      : “Mau berenti kerja disini?”
Interviewee      : “Iyaaaah..”
Interviewer      : “Engga ada rencana buat kerja lagi di tempat lain
    gituu..gitu ?”
Interviewee      : “Engga ada”
Interviewer      : “Nah itu setelah berenti kerja mau ngapain ?”
Interviewee      : “Yaaa...setelah saya nanti berenti, saya mau menikah.”
Interviewer      : “Ohh..nikah..terus kira-kira ada ga sih kepuasan kerja
    selama aaa.lima tahun kerja di sini ?”
Interviewee      : “Yaa...ada”
Interviewer      : “Kepuasannya apa ajah tuh?”
Interviewee      : “Aaa.. kepuasannya, aaa..kepuasan saya, saya udah bias
   ehm..ngebaha..apa, ngebantu orangtua saya, ngebahagiain 
   orangtua saya, itu udah cukup puas buat saya.”
Interviewer      : “Ehm..oke. emm.. mba... Ihat, aa..terimakasih atas
    waktunya.”
Interviewee      : “Iyaaa..”
Interviewer      : “Aaa..kami mohon maaf, kalau mengganggu
    waktunya..kurang aaa..kurang lebihnya mohon maaf,
     ass..”
Interviewee      : “Iyaa..”
Interviewer      : “Iyaa, assalamualaikum..oke mba Ihat, terimakasih atas
                waktunyaa.. terimakasih sudah bersedia di wawancara
    oleh kami..aaa..kalo.. kami mohon maaf kalo ada
    kesalahan kata. Selamat siang.”

Interviewee      : “Iyaa.. selamat siang juga.”



KESIMPULAN

            Menurut Tiffin kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan dengan karyawan.
            Berdasarkan hasil wawancara yang interviewer lakukan, subjek yang berprofesi sebaga Secure parking di sebuah tempat industri memiliki kepuasan kerja yang bagus, karena memenuhi beberapa faktor kepuasan kerja yaitu, Penghargaan yang sesuai, kondisi kerja yang mendukung, Kolega yang suportif.





Kelompok 5:
No
Nama
NPM
1
Ahmad Priajirianto
10513451
2
Anisa Febrianti Pratiwi
11513072
3
Ibnu Shina Hawari
14513180
4
Rahmat Hidaya
17513183
5
Ratiningsih
17513306
6
Tri Fani Yanuarita
18513954
7
Wisnu Aji Pranoto
19513345

Depok
Januari
2016